JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan puncak arus balik ke wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) pada Minggu, 4 Januari 2026.
Prediksi ini muncul seiring berakhirnya masa libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Aktivitas kerja dan sekolah yang kembali normal diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan secara signifikan.
Jumlah kendaraan yang kembali ke Jabotabek pada beberapa hari sebelumnya menunjukkan tren peningkatan yang jelas. Data Jasa Marga mencatat sebanyak 324.208 kendaraan telah melintasi empat gerbang tol utama. Angka ini naik 16,24 persen dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 278.918 kendaraan.
Kondisi ini menjadi pertanda bahwa puncak arus balik akan segera terjadi. Perkiraan lonjakan kendaraan membuat pihak Jasa Marga menyiapkan langkah antisipatif. Fokus utama adalah menjaga kelancaran arus lalu lintas dan meminimalkan potensi kemacetan di ruas tol.
Koordinasi dan Persiapan Jasa Marga
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Kepolisian. Dukungan terhadap rencana rekayasa lalu lintas juga disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Semua langkah diambil agar pengguna jalan tetap nyaman dan aman di perjalanan.
Selain koordinasi, Jasa Marga menyiagakan personel di titik-titik strategis. Posko dan petugas tambahan disebar untuk membantu pengendara. Tujuannya memastikan arus kendaraan tetap lancar meski volume tinggi melanda jalan tol.
Teknologi informasi juga dimanfaatkan untuk pemantauan real-time. Sistem ini membantu memprediksi titik rawan kemacetan. Dengan begitu, pengaturan rekayasa lalu lintas dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Rekapitulasi Arus Kendaraan Selama Libur
Selama 16 hari libur Nataru, dari 18 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, tercatat total 2.638.186 kendaraan meninggalkan Jabotabek. Jumlah ini setara 90,5 persen dari total proyeksi 2,9 juta kendaraan. Angka ini menunjukkan masyarakat memanfaatkan libur panjang untuk bepergian ke berbagai daerah.
Sementara itu, kendaraan yang sudah kembali ke Jabotabek mencapai 2.472.184 unit. Hal ini berarti sekitar 14 persen kendaraan dari proyeksi 2,8 juta masih dalam perjalanan atau diperkirakan melintas pada puncak arus balik. Data tersebut menunjukkan puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada Minggu mendatang.
Melihat angka-angka tersebut, pihak Jasa Marga menekankan pentingnya kesiapan pengguna jalan. Penumpang diminta mengatur jadwal perjalanan agar terhindar dari kemacetan. Pemahaman mengenai volume kendaraan yang tinggi akan membantu pengendara mengambil keputusan yang lebih bijak.
Tips dan Antisipasi bagi Pengendara
Rivan menyarankan pengendara untuk memanfaatkan waktu di luar jam sibuk. Istirahat cukup sebelum perjalanan panjang menjadi kunci agar tetap fokus di jalan. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima agar perjalanan lebih aman dan nyaman.
Selain itu, pengendara diminta memeriksa kecukupan BBM sebelum memasuki gerbang tol. Saldo kartu uang elektronik juga harus diperiksa agar transaksi tol berjalan lancar. Langkah sederhana ini dapat mengurangi potensi hambatan di jalan tol selama puncak arus balik.
Penggunaan rest area secara bijak juga dianjurkan. Berhenti sejenak membantu pengemudi tetap segar dan fokus. Penerapan tips sederhana ini berdampak besar pada kelancaran arus lalu lintas secara keseluruhan.
Strategi Jasa Marga Menghadapi Lonjakan Kendaraan
Jasa Marga menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Pengaturan jalur satu arah dan pembatasan kendaraan tertentu menjadi bagian strategi. Tujuannya memastikan kendaraan bergerak lebih lancar tanpa menimbulkan kemacetan panjang.
Personel tambahan dikerahkan untuk memandu pengendara di titik rawan. Posko informasi di gerbang tol juga disiagakan. Semua upaya dilakukan agar arus balik berjalan tertib dan pengendara tetap aman.
Selain itu, pemantauan digital dilakukan secara real-time. Informasi volume kendaraan, kecepatan, dan kondisi jalan dapat diakses oleh pengendara. Sistem ini membantu Jasa Marga menyesuaikan rekayasa lalu lintas secara dinamis dan responsif.
Dengan persiapan matang, Jasa Marga optimistis menghadapi puncak arus balik. Pengendara diharapkan dapat mengikuti panduan dan tips yang diberikan. Dengan sinergi antara pengelola jalan dan pengguna, perjalanan kembali ke Jabotabek dapat lebih lancar dan nyaman.